SMK YASINA Cigombong meluncurkan inisiatif luar biasa melalui pendirian Bank Sampah Produktif yang dikelola sepenuhnya oleh siswa. Gerakan ini tidak hanya bertujuan mengurangi limbah di lingkungan sekolah dan desa sekitar. Proyek ini membuktikan bahwa pengelolaan sampah dapat menjadi sumber pendapatan yang signifikan, mendorong kemandirian finansial sekolah.
Siswa dari jurusan Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL) bertanggung jawab penuh atas operasional Bank Sampah Produktif ini. Mereka menerapkan sistem pencatatan transaksi layaknya bank konvensional. Setiap penabung (siswa, guru, atau warga) menerima buku tabungan yang mencatat setoran sampah dan nilai konversinya dalam rupiah.
Sampah yang terkumpul, seperti kertas, plastik, dan logam, dipilah dan diklasifikasikan dengan teliti. Tim siswa logistik bertugas menjalin kemitraan dengan pengepul besar. Negosiasi harga jual sampah menjadi salah satu materi praktik Kewirausahaan Lingkungan yang sangat bernilai dan relevan.
Konsep Bank Sampah Produktif di YASINA berfokus pada diversifikasi produk. Selain menjual bahan baku, beberapa jenis sampah diolah menjadi produk kerajinan yang siap dijual. Ini menciptakan nilai tambah yang lebih tinggi, meningkatkan keuntungan, dan memicu kreativitas siswa dalam mendesain produk.
Sebagian keuntungan dari Bank Sampah Produktif dialokasikan kembali untuk kepentingan siswa, seperti beasiswa atau modal usaha kecil. Hal ini menumbuhkan rasa kepemilikan dan memotivasi partisipasi aktif dari seluruh warga sekolah. Mereka merasakan manfaat langsung dari kegiatan peduli lingkungan ini.
Program ini sekaligus menjadi media praktik nyata bagi calon Teknisi Green Engineering. Mereka bertugas merancang dan memelihara alat-alat pendukung bank sampah, seperti mesin penghancur plastik sederhana. Aspek teknis dan manajemen limbah terpadu diajarkan secara holistik dan terapan.
Dampak sosial dari Bank Sampah Produktif YASINA sangat luas. Kesadaran masyarakat sekitar tentang pentingnya memilah sampah meningkat pesat. Sekolah menjadi pusat edukasi dan perubahan perilaku yang mendorong ekonomi sirkular di tingkat komunitas desa Cigombong.
Inisiatif mandiri ini menunjukkan komitmen SMK YASINA Cigombong dalam mencetak lulusan yang tidak hanya terampil teknis, tetapi juga beretika bisnis dan lingkungan. Mereka adalah agen perubahan yang melihat sampah bukan sebagai masalah, melainkan sebagai potensi ekonomi yang belum tergarap.