Sistem pendidikan yang efektif adalah tulang punggung kemajuan suatu bangsa. Di Indonesia, urgensi untuk membangun Studi Berlandaskan Keperluan negara menjadi semakin nyata, guna mengakomodasi potensi besar yang dimiliki melalui proses pembelajaran yang relevan dan terarah. Ini bukan sekadar tentang menyediakan akses, melainkan tentang bagaimana pendidikan dapat secara aktif berkontribusi pada pembangunan nasional.
Konsep Studi Berlandaskan Keperluan berarti bahwa arah kurikulum dan program pendidikan harus selaras dengan kebutuhan strategis bangsa. Misalnya, negara dengan sumber daya alam melimpah dapat memfokuskan pendidikannya pada bidang pertambangan, kehutanan, atau kelautan. Sebaliknya, negara dengan sumber daya terbatas mungkin mengarahkan pendidikannya pada inovasi teknologi, kreativitas, atau jasa. Contoh sukses dapat kita lihat dari Norwegia dan Chile, yang berhasil mengintegrasikan pendidikan dan teknologi dengan pengelolaan sumber daya laut mereka, menjadikan mereka eksportir ikan terkemuka dunia. Mereka membuktikan bahwa pembelajaran yang relevan dapat mendorong kemakmuran.
Bagi Indonesia, sebagai negara maritim yang kaya akan sumber daya laut, adaptasi model ini sangat relevan. Potensi perikanan, pariwisata bahari, hingga energi terbarukan di sektor kelautan menuntut adanya tenaga ahli yang mumpuni. Namun, tantangannya adalah bagaimana memastikan Studi Berlandaskan Keperluan ini benar-benar terimplementasi dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Sebuah laporan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan pada bulan September 2024 menunjukkan bahwa Indonesia masih kekurangan ribuan tenaga ahli di bidang akuakultur modern dan pengolahan hasil laut, meskipun memiliki garis pantai terpanjang kedua di dunia.
Untuk mencapai tujuan ini, diperlukan beberapa langkah konkret. Pertama, perlu ada pemetaan kebutuhan sektor strategis nasional secara berkala, yang kemudian diintegrasikan ke dalam pengembangan kurikulum. Kedua, kolaborasi antara institusi pendidikan, industri, dan pemerintah harus diperkuat. Program magang yang terstruktur, riset bersama yang aplikatif, serta program beasiswa yang mengikat dengan kebutuhan industri dapat menjadi jembatan. Misalnya, sebuah program percontohan di Politeknik Maritim di Jawa Timur pada tahun ajaran 2023/2024, di mana mahasiswa langsung terlibat dalam proyek konservasi terumbu karang dengan dukungan pihak swasta, berhasil meningkatkan keterampilan praktis mereka secara signifikan.
Dengan mengarahkan Studi Berlandaskan Keperluan negara secara strategis, Indonesia dapat mengoptimalkan potensi bangsanya melalui pembelajaran yang relevan dan berdampak. Ini adalah investasi jangka panjang untuk membangun generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak pembangunan di sektor-sektor kunci.